Rencana Aksi Menuju Sukses


Langkah-Langkah menuju sukses

S

esorang dengan kemampuan biasa biasa saja bisa mencapai hal hal yang besar di masyarakatnya jika delengkapi dengan perencanaan yang baik. Begitu kata seorang pakar. Ini sudah terbukti dalam kehidupan. Siapa saja kamu, jika kamui mempunyai perencanaan yang baik. Kamu punya kemungkinan lebih besar untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan . sepandai apapun sekaya apapun seseorang tidak akan sukses jika tidak mempunyai perencanaan yang baik. Karena itu rencana hidup adalah sesuatu yang harus ada pada diri kamu.

Ironisnya walaupun membuat rencana telah banyak diakui orang orang sukses sebagai salah satu strategi untuk  meraih masa depan yang diinginkan, tidak banyak orang yang mempraktekannya degan sungguh sungguh.

Salah satu sebab munculnya ironi tersebut adalah ketidak tahuan tentang bagimana cara membuat rencana yang membuahkan hasil. Kebanyakan kita tahu bahwa rencana adalah hal yang harus kita buat, tapi kebanyakan kita tidak tahu bagaimana cara membuat rencana dan menjalankannya.

Coba perhatikan kata kata bijak ini”Jika anda gagal menyusun rencana, maka yang anda lakukan adalah anda menyusun renana untuk gagal”. Jadi setelah kamu tahu urgensi menyusun rencana agar sukses , kamu pun juga harus bisa sukses dalam meyusun rencana.

Beberapa ahli manajemen menyebutkan tentang ampuhnya action plan atau rencana aksi. Rencana aksi layaknya sebuah peta yang mebantu kita untuk berangkat dari suatu titik, sebut saja titik A yaitu kondisi kita sekarang ini ke titik yang lain, sebutsaja titik B , yaitu konsisi ang ingin kita capai di masa depan.

Peta rencana ini juga membantu kkita melewati titik B untuk mencapai titik CDE dan seterusnya sampai kita dapat mewujudkan cita cita kita di titik Z.

Rencana aksi merupakan proses yang harus dilakukan terus menerus dan bersifat dua arah, artinya kita bisa kembali ke langkah sebelumnya jika kita ternyata masih perlu mengumpulkan informasi lebih lanjut atau perlu memperjelas lagi pilihan pilihan yang akan diambil.

Ada tujuh langkah plus satu , yang perlu kita perhatikan dalam menyusun rencana aksi yang dapat membantu kita meraih hasil.

Langkah pertama: Tentukan Target

Sebuah peta akan berguna jika kita telah mempunyai gambaran mengenai titik yang akan kita tuju. Misalnya saja kamu yang baru tiba di Stasiun Balapan , Surakarta dari kebumen akan pergi ke rumah saudaramu, di dekat stadion Manahan. Dengan peta yang sudah dipersiapkan kamu siapkan kamu bisa mencari titik Manahan, sehingga kamu bisa melihat kemana kamu harus pergi.

Seperti itulah, sebelum membuat rencana aksi kita perlu menentukan target yang ingin kita capai, baik target jangka panjag , menengah ataupun jangka pendek.

Misalnya kita ingin menikah pada usia 23 tahun atau kita ingin meningkatkan omzet usaha kita seesar 40 % dalam dua tahun.

Target membantu kita dalam memberikan arah dari perhatian dan kegiatan yang akan kita lakukan. Target juga membantu kita memfokuskan perhatian dan kegiatan kita pada hasil yang harus dicapai(bukan hanya sekedar keinginan ataupun mimpi). Target juga membantu kita mengevaluasi kemajuan yang telah kita capai sepajang perjalanan , sehingga kita bisa melakukan penyesuaian ataupun penyusunan strategi baru untuk kembali ke sasaran semula.

Langkah kedua: Tentukan Start

Kompas yang menunjuk ke empat arah mata angin tidak akan  berguna jika kita tidak tah titik kelima dari kompas, yaitu lokasi keberadaan kita. Jadi setelah target kita tentukan, kita perlu mengevaluasi secara meyeluruh kondisi kita  saat ini, dengan melihat kepada kekuatan, kelemahan, serta kesempatan dan ancaman.

Kekuatan kita bisa berupa potensi kita, fasilitas fasilitas penunjang yang sudah kita miliki , orang-orang yang bersedia membantu kita. Kelemahan kita misalnya: keterampilan yang belum kita kuasai, fasilitas yang masih harus  kita cari ornag orang yang masih harus kita temui. Contoh kesempatan adalah potensi yang masih bisa kita kembangkan, kondisi perekonomian yang terus berkembang kesempatan mendapat beasiswa yang bisa kita usahkan. Sedangkan ancaman yang kita hadapi misalnya kondisi perekonomian ataupun politik yang cenderung memburuk ataupun hambatan lainnya.

Dua titik penting (titik kondisimu saat ini dan titik target) akan membantu kamu untuk melihat apa yang masih kurang, apa yang masih perlu ditingkatkan dan apa yang masih perlu diusahakan.

Langkah ketiga: Susun Strategi Mencapai Target

Penentuan dua titik penting di atas ( titik target dan titik kondisi saat ini), akan membantu kita untuk melihat masalah yang harus kita pecahkan kekurangan yang masih harus kita penuhi , dan alternatif strategi yang bisa kita pilih untuk berangkat dari titik saat ini, menuju titik masa depan.

Misalnya saja menikah pada usia 23 tahun, sedangkan sekarang usiamu 17 tahun apa yang telah kamu dapat untuk persiapan menikah itu, dan apa yang belum kemu dapat. Apakah kamu sudah punya usaha untuk menafkahi keluarga, apakah kamu sudah punya pekerjaan?

Dengan langkah ini kita bisa memfokuskan perhatian dan usaha kita untuk membangun usaha mencari modal, memikirkan promosi mencari calon istri dan selanjutnya dan selanjutnya.

Langkah keempat: Tentukan Titik Evaluasi

Walaupun penetapan target akhir dapat  membantu kita untuk mengevaluasi seluruh usaha yang kita lakukan, kita juga perlu menetapkan titik titik evaluasi di sepanjang perjalanan menuju tujuan kahir tersebut.

Titik titik ini akan menjadi patokan bagi kita untuk melihat kemajuan yang telah kita raih sampai titik tersebut, sehingga jika kita sedikit menyimpang salah jalan atau salah mengambil rute yang menjauh, bisa cepat cepat terdeteksi sebelum kesalahan menjadi terlalu besar ssehingga sulit diperbaiki.

Kesalahan yang elah terdeteksi dalam titik titik evaluasi ini bisa segera kita tindaklanjuti, misalnya dengan melakukan penyesuaian strategi, waktu prioritas ataupun sumber daya yang kita miliki.

Langkah kelima: Tetapkan Kapan

Langkah yang sangat penting yang perlu kita lakukan adalah memasukkan aspek waktu, dalam setiap rencana yang kita buat. Aspek waktu ini akan menciptakan motivasi kuat untuk melakukan sebuah tindakan. Tanpa aspek waktu, kita cenderung kehilangan arah dalam mencapai target yang telah ditentukan, selain itu kita juga lalu menunda nunda kegiatan yang harus kita lakukan, sehingga bisa saja target yang telah ditetapkan tersebut bisa menjadi sekedar mimpi saja, karena kita pada akhirnya tidak mampu meraihnya.

Jika kita menentukan akan membangun usaha lalu menikah tapi kita tidak menentukan kapan kita akan memulai, dan kapan kita akan mencapai tujuan tersebut, maka mungkin saja target tersebut tidak tercapai karena tergeser oleh rutinitas kita jalani sehari hari,atau  jika kita sudah menentkan kita akan memulai sekarang, tapi tiak menentukan kapan harus selesai,maka bisa saja semua ini akan berlangsung seumur hidup kita tanpa pernah selesai, tahu tahu kita sudah berumur setengah baya tanpa punya apapun.

Langkah keenam: Komitmen

Jika target telah ditentukan, kondisi saat ini sudah dievaluasi menyeluruh, strategi sudah disusun,dan titik evaluasi juga sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah memiliki komitmen untuk mencapai tujuan, melakkan strategi yang telah direncanakan.

Komitmen ini akan menjadi “bahan bakar”untuk menjalankan mesin”usaha” kita untuk terus melaju melaju sampai di titik akhir. Jika komitmen melemah, maka laju mesin ini pun melambat, palagi jika komitmen ini akhirnya putus di tengah jalan, maka mesin usahapun akan berhenti sama sekali. Jadi komitmen ini harus tetap dijaga. Kita bisa meminta bantuan orang orang sekitar kita ( keluarga ataupun teman teman dekat) untuk mendorong kita agar tetap bersemangat. Kita juga bisa memacu diri kita dengan melihat “hadiah” yang menunggu kita di titik akhir yang telah ditentukan.

Langkah ketujuh: Siapkan Skenario “B”

Walaupun semua rencana sudah kita susun rapi, dan komitmen sudah kita jalnkan ada saja hal hal yang masih berada di luar jangkauan kita. Untuk itu kita perlu siapkan skenario lain untuk mencapai target yang ditentukan. Sehingga jika ada masalah menghadang di rute skenario 1 yang kita susun, dan masalah ini sulit depecahkan, ataupun meerlukan waktu yang terlalu lama untuk dipecahkan,maka kita bisa melihat skenario lain yag akan membawa kita ke rute alternatifdengan tujuan yang sama.

Jadi walaupun komitmen diperlukan, kita juga memerlukan fleksibilitas dalam menyikapi kejadian kejadian yang berada di luar rencana besar.

Dalam menyusun rencana kita bisa juga mengakomodasi hal-hal yang berada di luar kekuasaan. Misalnya jika kita punya target bertemu dengan calon investor jam 16.00 sedangkan waktu yang diperluakn untuk tiba disana menurut rencana adalah 1 jam, maka kita mungkin bisa berangkat lebih awal, yaitu jam 14.30 bukan jam15.00 . Jadi jika ada hambatan di jalan( macet,kecelakaan) kita masih punya cadangan waktu agar tidak terlambat tiba di tempat tujuan .

Langkah kedelapan: Berserah Diridan Memohon Kepada Allah

Jika ketujuh rencana diatas adalah bagian usaha kita, maka langkah penting yang perlu kita lakukan sebelum memulai rangkain yang telah disusun dalam seluruh rencana adalah melibatkan penyertaan Allah subanahu wataala dalam merealisasikan rencana tersebut.

Memang manusia bisa menyusun rencana dan bisa berusaha tetapi Allah lah yang menentukan apa yang terbaik untuk kita . jika ternyata rencana yang telah kita susun adalah yang terbaik untuk kita, pasti Allah akan membantu kita dengan membuka jalan yang kita perlukan utnuk meraih taget yang telah ditentukan.

Jika tidak, maka pasti ia akan menunjukkan target yang lebih baik, strategi yang lebih efektif bagi kita. Jika Allah menutup satu pintu, pasti ia telah membuka pintu lain bagi kita. Yang perlu kita lakukan adalah meminta Nya untuk membmbing kita agar kita bisa melihat pintu lain yang telah terbuka bagi kita.

Denga ketujuh langkah plus satu ini, kita bisa memetakan sukses kita di masa depan, dan meraihnya sebagi hasil nyata, bukan hanya sebagai mimpi. Kita perlu meulai dengan menetapkan target( titik yang akan kita tuju), mengevaluasi kondisi saat ini ( titk keberangkatan) menyusun strategi untuk mencapai target, menentukan titik titik evaluasi memasukan aspek waktu, bangun komitmen, memmpersiapkan skenario B dan membawa rencana aksi kita ke tangan yang maha menetapkan…Selamat mencoba….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s